10 Februari 2026 di Hermittage Menteng - Jakarta. Kementerian UMKM RI bekerjasama dengan OECD dan ASEAN Secretariat, menyelenggarakan acara diseminasi dan diskusi hasil dari monitoring ASEAN SME Policy Index (ASPI) 2024

ASPI adalah perangkat monitoring perkembangan kebijakan untuk mendukung produktivitas UMKM di masing-masing negara ASEAN, untuk saling belajar sekaligus sebagai alat penyelarasan kebijakan UMKM di negara-negara dalam kawasan ASEAN. 

ASPI memotret 8 aspek kebijakan mencakup Productivity, Tech & Innovation,  Environmental Policies & SMEs, Access to Finance, Access to Market, Institutional Framework, Legislation, Regulation & Tax, Entrepreneurial Education, dan Social Enterprise & Inclusive. Untuk Indonesia sendiri, proses penggalian informasi, diskusi, dan wawancara dengan berbagai perwakilan K/L negara dikerjakan oleh Tim Riset UKMIndonesia.id - dibawah supervisi APINDO dan ERIA. 


Secara umum, skor kebijakan Indonesia mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan hasil monitoring di tahun 2018 lalu. Namun, sebagai negara dengan penduduk dan skala perekonomian terbesar, skor kebijakan Indonesia masih di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

Rekomendasi umum untuk terus meningkatkan kualitas kebijakan UMKM Indonesia dari hasil evaluasi ASPI tersebut adalah agar pemerintah memperkuat integrasi kebijakan antar Kementerian/Lembaga. Seperti yang kita ketahui bersama, program dan kebijakan yang berkaitan atau mempengaruhi aktivitas UMKM sampai saat ini tersebar di lebih dari 20 K/L. Peran Kementerian UMKM sebagai koordinator perlu diperkuat agar proses integrasi kebijakan bisa berjalan lebih efektif.  

Selain itu, kebijakan dan program UMKM juga disarankan untuk fokus mendorong perluasan dan pendalaman digitalisasi dan internasionalisasi UMKM, yang muaranya adalah pada peningkatan partisipasi UMKM ke rantai pasok global melalui optimalisasi ragam kanal atau platform digital. 


Pada sesi kedua diskusi saat itu, founder UKMIndonesia.id dan tumbu.co.id, Ibu Dewi Meisari Haryanti - berperan sebagai moderator yang membahas tentang Integrasi Program dan Kolaborasi Pemerintah dan Swasta. Berperan sebagai panelis di sesi tersebut adalah:

  1. Ibu Dini Anjani Putri – Koordinator Daya Saing Usaha Mikro dan Kecil, Direktorat Koperasi dan UMKM, Direktorat Koperasi dan UMKM, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  2. Bapak Ronald Walla – Ketua Bidang UMKM, APINDO
  3. Bapak Anton Rizki Sulaiman – Direktur, Pusat Studi Kebijakan Indonesia (CIPS)

Ibu Dini menyampaikan rencana kebijakan pemerintah berupa Program Kartu Usaha sebagai strategi utama mengintegrasikan program, yang kelak dapat diakses secara digital melalui Aplikasi SAPA (saat ini masih dikembangkan oleh Kementerian UMKM). Pak Ronald menyampaikan dukungan dunia usaha pada inisatif Indonesia Open Network platform yang telah disepakati oleh Kementerian UMKM RI dengan Pemerintah India, sebagai platform integrasi lalu lintas data antar platform dan aktor perdagangan digital. Sementara Pak Anton menekankan pada masih pentingnya investasi pada talenta digital yang perlu disiapkan khusus untuk mendukung produktivitas UMKM, baik sebagai tenaga kerja atau konsultan. Hal ini karena mengharapkan wirausaha UMKM ahli di semua hal, adalah tidak memungkinkan. 

Selaku moderator, Ibu Dewi juga turut menekankan kembali bahwa untuk mendukung digitalisasi dan internasionalisasi UMKM, diperlukan pula penguatan kerjasama dengan organisasi-organisasi Business Development Service, yang selain menyediakan ragam pelatihan juga layanan konsultasi, mencakup perizinan, standarisasi/sertifikasi, jasa pemasaran digital, manajemen keuangan, serta jasa agensi/pendampingan pemasaran dan akses pembiayaan (bank dan non-bank). 

Dengan nuansa diskusi yang hangat, semua pihak menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi, karena  memang untuk menghadirkan pendampingan UMKM yang Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM), kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.

Baca juga: ION Hadir, Transaksi UMKM Tak Lagi Terikat Satu Aplikasi atau Platform Digital

Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!

Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!