Sahabat Wirausaha, pernahkah kalian bertanya mengapa negara tetangga Indonesia, Thailand,  lebih dikenal secara global — baik dari aspek pariwisata, budaya, maupun makanannya? Padahal jika dipikir-pikir, Indonesia juga memiliki banyak eksotisme alam, budaya yang kaya, dan makanan tradisional yang tidak kalah menarik. Jadi, apa yang membuat Thailand lebih memukau warga asing dibandingkan dengan Indonesia? 

Indonesia sering kali dibandingkan dengan Thailand untuk pariwisatanya di mata warga asing, namun terkadang negara kita masih kalah saing. Hal ini bukanlah sekedar kebetulan, melainkan Thailand memiliki strategi-strategi tertentu yang digunakan untuk mempromosikan negaranya secara global. Bukan karena negara Indonesia yang kurang menarik, melainkan strategi promosi Indonesia yang perlu diubah untuk memikat lebih banyak wisatawan. Mari mengulik strategi promosi yang digunakan Thailand untuk memajukan negaranya dan pola apa saja yang bisa dipelajari para UMKM untuk membantu kemajuan ekonomi dan pariwisata Indonesia. 


Budaya Lokal yang Dijadikan Identitas Utama Negara

Thailand sudah dikenal sebagai negara yang masih menjunjung tinggi budaya-budaya lokalnya yang sangat kental. Budaya yang dipertahankan bukanlah sekedar menjadi warisan nenek moyang, melainkan sebagai sebuah identitas yang membuat negaranya unik dan menarik bagi warga asing. Pemerintah Thailand menggunakan strategi “soft power” untuk mengembangkan dan mengenalkan budaya lokalnya kepada dunia dan perekonomian negara. 

Sumber foto: www.thaiimpact.com

Salah satu kekuatan Thailand adalah cita rasa dalam makanan tradisional yang terasa eksotis dan baru di mancanegara. Strategi soft power ini paling nyata terlihat di sektor kuliner, lewat kebijakan resmi bernama "Thai Kitchen to the World" yang dijalankan pemerintah sejak awal 2000-an. Strategi ini menjadikan produk makanan Thailand sebagai ekspor unggulan, sekaligus mendorong restoran Thailand di luar negeri untuk berfungsi ganda: sebagai pusat informasi wisata dan etalase produk UMKM lokal. Hasilnya nyata: saat ini ada 18.852 restoran Thailand di seluruh dunia, dengan 1.664 di antaranya bersertifikasi resmi "Thai SELECT" — Amerika Serikat jadi negara dengan restoran Thailand terbanyak, mencapai 445 gerai. Ekspor makanan juga menyumbang lebih dari 6% terhadap PDB Thailand, membuktikan sektor kuliner bukan sekadar alat promosi budaya, tapi juga mesin ekonomi yang diukur dan ditargetkan pemerintah. 

Strategi “soft power” ini dilakukan secara konsisten untuk mendorong kekuatan budaya, kuliner, dan pariwisata Thailand sebagai daya tarik secara global. Secara singkat, Thailand berani mendorong segala budaya negaranya secara aktif yang membuat Thailand dapat memikat banyak wisatawan — karena negaranya sudah dikenal dunia melalui aspek budaya, kuliner, pariwisata, dan lain-lain. 

Bukan hanya itu, Thailand juga memanfaatkan globalisasi dan perkembangan teknologi untuk mempromosikan budayanya ke tingkat internasional. Sering sekali bukan kamu menemukan makanan-makanan khas Thailand yang sampai di beranda media sosial kamu — seperti mango sticky rice, Thai tea, tom yum dan lain-lain? Kuliner “street food” Thailand yang sudah sangat mendunia membuat usaha-usaha kuliner kecil di negaranya maju. Strategi “soft power” secara digital ini dapat memperkuat ketertarikan masyarakat mancanegara untuk mengunjungi Thailand walaupun dengan adanya batasan jarak geografis. Hal ini membuat perkembangan ekonomi dan usaha-usaha kecil menjadi sangat efektif dan berkembang dengan cepat. 

Baca juga: Ekspor ke Thailand: Panduan Lengkap Dokumen, Sertifikasi, dan Langkah Pengiriman untuk UMKM


Menyesuaikan Budaya Lokal secara Inovatif dengan Budaya Asing

Dalam mengembangkan budaya Thailand ke luar negeri, Thailand juga melakukan penyesuaian sesuai dengan budaya yang dimiliki negara tertentu. Thailand mengenalkan budayanya secara pelan namun konsisten secara global, dimulai dengan mengenalkan sesuatu yang memiliki cakupan lebih luas dan lebih mudah diterima. Strateginya untuk belajar beradaptasi dan menyesuaikan budaya mereka dengan budaya asing membuat perkembangan negaranya semakin cepat secara internasional dalam berbagai aspek. 

Namun, hal ini juga dapat berjalan secara efektif karena adanya kontribusi dari setiap warga negara Thailand. Thailand, yang dikenal dengan “street food” yang menarik, membuat para pengusaha makanan street food untuk terus berani berinovasi dan menyesuaikan dengan selera wisatawan — terutama dengan harganya yang sangat terjangkau, rasa yang lezat, dan kesan ramah dari para penjualnya. Bahkan chef-chef Thailand seperti Ian Kittichai berani membawa masakan tradisional Thailand ke level fine dining dunia — restorannya di New York dan Bangkok masuk daftar restoran terbaik dunia karena berhasil memadukan cita rasa lokal dengan gaya penyajian internasional. Ia dianggap berperan penting dalam mengubah persepsi umum tentang masakan Thailand dan merupakan salah satu pendukung awal modernisasi masakan Thailand.

Selain dari aspek kuliner, industri kreatif Thailand juga tidak kalah maju. Contohnya, Lalisa Manoban, seorang penyanyi asal Thailand yang dulu merupakan salah satu anggota grup K-pop ternama, BLACKPINK. Dirinya berani mengenalkan budaya Thailand dalam karir pertunjukannya, seperti membawa tarian tradisional Thailand dalam video musiknya — membuat budaya negaranya lebih dikenal secara global. Selain itu, Thailand juga sering membuka pintu lebar untuk menjadikan negaranya sebagai lokasi syuting film internasional seperti dalam beberapa film James Bond, yang membuat negaranya mendapatkan banyak pengakuan global. Strategi promosi tersebut juga membantu pariwisata negaranya berjalan kencang. 

Baca juga: Dari Hasil Laut Hingga Makanan Olahan, Inilah Peluang Ekspor Indonesia ke Thailand Bagi UMKM


Insight yang dapat dipelajari dari Thailand Kepada UMKM untuk Kemajuan Indonesia

Dari semua strategi yang digunakan untuk kemajuan negara Thailand, banyak bukan yang bisa Sahabat Wirausaha pelajari dan terapkan di Indonesia. Hal-hal tersebut juga bisa menjadi insight-insight baru bagi para pelaku UMKM agar usahanya tetap maju dan dapat membantu perekonomian negara. Jadi, kesimpulan dari strategi-strategi yang bisa diambil adalah:

  1. Menyesuaikan budaya Indonesia dengan pasar internasional: Para pelaku UMKM harus rajin mencari tahu tentang budaya asing dan memahami pasar internasional, jadi target pasar budaya lokal dapat lebih mudah diterima warga asing. Makanan Indonesia seperti martabak, adalah suatu potensi makanan yang dapat diterima dan dibuat secara mudah di luar negeri karena tekstur kue nya yang mirip seperti roti khas Inggris yang bernama “crumpet”, terutama martabak yang menggunakan topping seperti keju, coklat dan kacang — rasa topping yang sudah dikenal oleh masyarakat asing. Ini bisa menjadi potensi ide usaha yang dapat berkembang di luar negeri bagi UMKM yang ingin memperluas usahanya ke luar negeri. 

  2. Memberikan nama produk yang menarik: Jika menganalisis nama-nama produk Thailand, hampir semuanya dicantumkan kata “Thai”, seperti Thai Beef Salad. Hal ini digunakan untuk mengenalkan budaya lokal secara lebih luas. Thailand juga dapat menamakan produk-produknya dengan bahasa Inggris yang memberikan kesan unik dan baru, seperti Mango Sticky Rice. Para pelaku UMKM juga dapat menerapkan hal yang serupa bagi produk-produk lokal Indonesia, misalnya, Klepon menjadi Chewy Pandan Coconut Ball atau Karedok menjadi Indonesian Fragrant Salad with Peanut Dressing. Nama-nama tersebut akan lebih mudah dikenal secara internasional, karena namanya yang dapat dipahami warga asing. 

  3. Menggunakan media sosial sebagai sarana promosi: Makanan-makanan lokal Thailand yang sering viral di media sosial memancing banyak wisatawan maupun warga asing untuk ingin mencoba makanan-makanan tersebut. Bukan hanya sekedar asal promosi di media sosial, namun mereka juga konsisten untuk menjual cerita usaha dan mempromosikan identitas budaya yang membuat produknya unik dan hanya dapat ditemukan. Para pelaku UMKM Indonesia harus mulai rajin untuk mendokumentasikan dan mempromosikan produk-produknya melalui media sosial. Ini adalah sebuah strategi yang sangat efektif di generasi sekarang karena sifatnya yang mudah diakses oleh siapa pun dan dapat meningkatkan penjualan sebuah usaha kecil maupun popularitas sebuah negara. 

  4. Berani mengekspor produk lokal: Thailand, yang mulai dikenal secara global, dimulai dengan pemerintahnya yang aktif mengirim koki-koki terbaik negaranya ke luar negeri untuk mengenalkan budaya negaranya. Indonesia punya banyak pelaku UMKM dengan produk berbasis budaya lokal yang berpotensi besar untuk go global — bukan cuma ke satu negara, tapi ke pasar internasional secara luas. Kementerian Perdagangan RI memiliki jaringan Atase Perdagangan di berbagai negara yang bisa jadi kanal konsultasi bagi UMKM yang serius menjajaki ekspor, mulai dari pemenuhan dokumen, sertifikasi produk, hingga mencari buyer di luar negeri. Simak strategi lengkapnya di sini

Jadi, jika dipikir-pikir, potensi yang dimiliki Indonesia untuk maju dan dikenal secara global masih sangat banyak, terutama dengan banyaknya pelaku UMKM yang berkualitas. Kemajuan perekonomian dan pengakuan Indonesia secara global yang belum maksimal hanyalah sebuah persoalan kurangnya pemahaman dan strategi efektif masyarakatnya. Faktanya, negara kita memiliki banyak sekali kekayaan yang pantas mendapatkan popularitas dan pengakuan secara global. 

Sahabat Wirausaha, empat pelajaran dari Thailand ini sebenarnya bukan rahasia besar — adaptasi budaya ke selera pasar internasional, penamaan produk yang mudah dipahami warga asing, konsistensi promosi di media sosial, dan keberanian menjajaki pasar ekspor. Yang membedakan Thailand bukan soal siapa yang budayanya lebih kaya, tapi siapa yang lebih dulu berani mengemas dan mempromosikannya secara konsisten.

Indonesia punya modal yang setara, bahkan lebih beragam — dari kuliner, kerajinan, hingga budaya lokal di setiap daerah. Sahabat Wirausaha yang punya produk berbasis kearifan lokal bisa mulai dari langkah kecil: coba beri nama internasional yang mudah diingat, konsisten dokumentasikan cerita di balik produkmu, lalu pelajari jalur ekspornya satu per satu. Potensi untuk dikenal dunia itu sudah ada di tanganmu — tinggal seberapa berani kamu memulainya. Yuk, semangat!

Ilmu dan informasi yang bermanfaat layak untuk terus bergerak. Yuk, bantu kami sebarkan kepada sesama pelaku usaha yang mungkin sedang membutuhkannya.

Kamu juga bisa berkontribusi lebih jauh dengan mendukung keberlanjutan konten edukatif ini melalui fitur Dukung Kami di bawah artikel ini.

Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin tumbuh dalam komunitas yang saling menguatkan, bergabunglah di ukmindonesia.id/registrasi. Tempat para pelaku UMKM belajar bersama dan naik kelas.

Daftar Referensi:

  • Thai Kitchen to the World. 2019. Ministry of Foreign Affairs, Kingdom of Thailand. https://www.mfa.go.th/en/content/5d5bcdc015e39c30600120af?cate=5d5bcb4e15e39c3060006838 
  • Ian Kittichai. https://en.wikipedia.org/wiki/Ian_Kittichai 
  • How Thai Food Took Over America. 2019. The Splendid Table. https://www.splendidtable.org/story/2019/01/10/how-thai-food-took-over-america
  • From Moo Deng to Marriage Equality, How Thailand Is Redefining ‘Soft Power’. 2024. TIME. https://time.com/7203306/thailand-government-soft-power-moo-deng-lisa-economy/
  • The Global Rise of Thai Cuisine: Why It’s Taking the Culinary World by Storm. n.d. Weera Thai Food. https://weerathaifood.com/weerathaiseafood-9145/