Sumber foto: magnific.com
Halo, Sahabat Wirausaha!
Membangun kanal penjualan sendiri menjadi salah satu cara bagi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada marketplace sekaligus memiliki kendali lebih besar atas biaya transaksi. Namun, memiliki kanal sendiri saja belum cukup. Agar margin keuntungan tetap terjaga, bisnis juga perlu menyusun strategi pembayaran yang efisien, mulai dari memilih metode pembayaran yang tepat hingga menggunakan payment gateway dengan struktur biaya yang sesuai kebutuhan.
Biaya transaksi sering dianggap sebagai komponen yang sulit diturunkan dalam bisnis. Padahal, besarnya biaya ini sangat bergantung pada metode pembayaran yang digunakan pelanggan dan struktur biaya penyedia layanan.
Bagi pelaku bisnis menengah, memahami cara menekan biaya transaksi sangat penting agar margin keuntungan tetap terjaga. Salah satu solusi efisien yang dapat Anda gunakan adalah Payment Gateway yang menerapkan skema bayar per transaksi yang kompetitif seperti DOKU, sehingga biaya dapat bergerak mengikuti omzet. Selain itu, pemanfaatan produk dalam layanan payment gateway Payment Link menjadi cara yang efektif memulai penjualan tanpa harus melakukan investasi teknis besar terlebih dahulu.
Dengan berbagai strategi yang tepat, Anda bisa mengurangi beban biaya transaksi tanpa harus mengorbankan harga jual. Berikut adalah ulasan tentang strategi yang bisa dilakukan menekan biaya transaksi agar margin tetap terjaga.
1. Kenali Dua Pola Biaya yang Berlaku
Pemilihan metode pembayaran harus didasari oleh pemahaman pola biaya yang berlaku. Ada dua pola utama biaya transaksi. Pertama, biaya flat yang tidak berubah berdasarkan nilai transaksi, seperti Virtual Account yang umumnya dikenakan Rp4.000 per transaksi. Selain itu, biaya pembayaran di minimarket juga biasanya flat, yakni Rp5.000 sampai Rp6.500 tergantung gerai seperti Alfamart, Alfamidi, atau Indomaret.
Pola kedua adalah biaya persentase dari nilai transaksi yang dibebankan pada pengguna, seperti QRIS dengan 0,7%, e-Wallet yang berkisar antara 1,5% sampai 4%, kartu kredit dengan biaya 2,80% plus Rp2.000, dan PayLater dengan 1,5% hingga 2,3% plus Rp2.000. Anda bisa menghitung biaya efektif dengan membagi biaya transaksi dengan nilai transaksi agar terlihat persentasenya. Pemahaman pola biaya ini menjadi dasar untuk menerapkan strategi berikut agar efisiensi biaya maksimal.
2. Arahkan Transaksi Bernilai Besar ke Biaya Flat
Strategi pertama adalah mengarahkan transaksi dengan nilai besar ke metode pembayaran dengan biaya flat. Virtual Account sangat cocok untuk keperluan ini karena biaya Rp4.000 per transaksi tetap, tanpa melihat besar nilai pembayaran. Misalnya, untuk transaksi Rp200.000 biaya flat ini akan setara 2%, namun pada transaksi Rp2.000.000 biaya efektifnya hanya 0,2% saja.
DOKU menyediakan fasilitas Virtual Account di 14 bank, seperti BCA, BNI, Mandiri, dan BSI, sehingga memudahkan pengelolaan pembayaran besar tanpa harus khawatir biaya berlebih. Usaha grosir atau produk dengan harga tiket besar disarankan menempatkan metode ini di posisi utama halaman pembayaran agar pelanggan dapat langsung memilih opsi dengan biaya paling efisien.
3. Arahkan Transaksi Kecil ke Metode Berbiaya Persentase Rendah
Untuk transaksi berharga kecil, penggunaan metode pembayaran dengan biaya flat justru memberatkan. Misalnya, pada transaksi Rp30.000 menggunakan Virtual Account, biaya flat Rp4.000 setara dengan 13,3%. Oleh karena itu, lebih efisien mengarahkan transaksi kecil ke metode berbiaya persentase rendah, seperti e-Wallet DOKU atau DANA yang mengenakan biaya sekitar 1,5%.
E-Wallet populer lain seperti OVO mengenakan biaya mulai 2% sampai 3,18%, ShopeePay 2%-4%, serta LinkAja 2%-3,5% atau Rp2.500 per transaksi. Usaha kuliner dan ritel harian yang banyak melakukan transaksi dengan nominal kecil akan merasakan manfaat penghematan ini secara signifikan. Selain itu, metode PayLater dari Akulaku dan Ceria relatif rendah biayanya dengan 1,5% ditambah Rp2.000, sementara Indodana dan Kredivo sekitar 2,3% plus Rp2.000.
4. Manfaatkan QRIS untuk Transaksi Harian
QRIS menjadi metode pembayaran yang paling efisien untuk transaksi harian dengan biaya hanya 0,7%. QRIS ada dua jenis, yaitu QRIS Statis yang cocok untuk gerai fisik dan QRIS Dinamis yang digunakan di proses checkout online. Selain murah, QRIS juga mempercepat proses pembayaran sehingga mengurangi risiko transaksi batal di tengah jalan.
Keunggulan lainnya seperti QRIS yang dioperasikan DOKU, dapat dipakai oleh wisatawan dari Malaysia, Singapura, Thailand, Tiongkok hingga Korea Selatan tanpa memerlukan perangkat tambahan, memberikan nilai tambah bagi pelaku bisnis yang memiliki pelanggan internasional. Dengan begitu, QRIS tidak hanya hemat biaya tetapi juga menaikkan kemudahan dan kecepatan transaksi.
5. Hindari Biaya Tetap yang Tidak Terpakai
Biaya tetap seperti biaya setup atau biaya bulanan sering menjadi beban usaha, terutama ketika penjualan sedang sepi atau bagi usaha musiman. Biaya ini tetap harus dibayar tanpa memandang omzet yang masuk, sehingga berpotensi mempengaruhi kondisi keuangan.
DOKU tidak mengenakan biaya setup maupun biaya bulanan untuk layanan Payment Gateway dan berbagai solusi lainnya, mulai dari Wallet as a Service hingga Payouts. Dengan rangkaian solusi tersebut, DOKU tidak hanya hadir sebagai pionir payment gateway di Indonesia, tetapi juga sebagai perusahaan fintech pembayaran dengan solusi pembayaran bagi bisnis.
Biaya payment gateway DOKU hanya dikenakan saat transaksi berhasil, sehingga beban pembayaran selalu menyesuaikan dengan pendapatan yang masuk. Selain itu, produk-produknya seperti DOKU Payment Link, Digital Catalog, DOKU Checkout dan lainnya juga tersedia tanpa biaya berlangganan, sehingga sangat cocok bagi usaha yang ingin menekan biaya tetap dan memperbesar fleksibilitas modal.
Baca Juga: Biaya Admin Marketplace Naik? Ini Cara UMKM Mulai Jualan Mandiri
Mulai Tekan Biaya Transaksi bersama DOKU
Kalau Anda merasa ingin segera menekan biaya transaksi bisnis, DOKU menyediakan pilihan yang fleksibel dan tanpa biaya tetap. DOKU adalah perusahaan fintech pembayaran yang menghadirkan beragam solusi keuangan digital bagi bisnis. Selain payment gateway untuk menerima pembayaran melalui 45+ metode termasuk DOKU e-Wallet yang mencakup Embedded Wallet dan Sub Account, serta Payouts untuk Disbursement dan Remittance.
Semoga bermanfaat!









