Sahabat Wirausaha, beberapa tahun terakhir, istilah ESG, keberlanjutan, jejak lingkungan, sampai rantai pasok yang bertanggung jawab makin sering muncul dalam percakapan bisnis. Dulu, topik ini identik dengan perusahaan besar atau emiten. Sekarang, pelaku UMKM juga mulai ikut terseret ke dalam arus yang sama. Bukan semata karena tren, tetapi karena pasar, mitra usaha, pembeli, investor, dan regulator makin peduli pada cara sebuah bisnis dijalankan, bukan hanya pada produk yang dijual. Di tingkat global, GRI menegaskan bahwa standar mereka bisa dipakai organisasi besar maupun kecil untuk melaporkan dampak pada ekonomi, lingkungan, dan manusia. Di Indonesia, POJK 51/2017 juga sudah lama menempatkan laporan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam kerangka keuangan berkelanjutan. Sementara di tingkat ASEAN, ASEDG hadir untuk menyederhanakan pengungkapan ESG bagi SME dalam rantai pasok.
D...