Sumber foto: ptgenetika.com

Halo Sahabat Wirausaha,

Cara ternak lovebird untuk pemula dimulai dari satu atau dua pasang indukan dewasa (minimal sekitar satu tahun), kandang berkotak sarang yang disebut glodok, serta pakan biji-bijian dan sayur segar. Telur dierami sekitar 21–25 hari, dan anakan umumnya siap dipisah sekitar dua bulan. Untung di segmen standar tipis, jadi hitung biaya pakan per pasang sejak awal.

Gambaran pasar dan harga lovebird sudah dibahas di artikel pilar seri ini, jadi di sini kita fokus pada praktik budidaya, hitungan biaya, kesehatan, dan syarat ekspor.

Baca Juga: Ide Bisnis Budidaya Burung 2026: Lovebird, Kenari, Puyuh, hingga Merpati, Mana yang Paling Potensial?


Menyiapkan Kandang dan Memilih Indukan

Kandang. Satu kandang diisi satu pasang. Tidak ada ukuran baku: panduan dari para penangkar menyebut kandang sekitar 50 × 50 × 50 cm sampai 80 × 40 × 40 cm untuk satu pasang. Peternak yang membesarkan banyak pasang juga memakai kandang koloni (umbaran), misalnya sekitar 3 m × 0,45 m × 0,9 m untuk lima pasang. Pilih kawat atau besi dengan sirkulasi udara baik dan mudah dibersihkan. Pasang glodok dari kayu keras, kira-kira 20 × 20 × 25 cm, berisi serutan kayu, ranting kecil, dan daun kering.

Indukan. Pilih burung yang sehat dan sudah dewasa, umumnya minimal sekitar satu tahun, dengan jantan sebaiknya lebih tua dari betina. Tanyakan umur dan asal-usulnya ke penjual, serta catat jenis dan nama ilmiahnya.

Jenis kelamin. Lovebird sulit dibedakan secara fisik, dan peternak sering tertipu dua burung berkelamin sama yang tampak "kawin". Cara pasti hanya tes DNA dari darah atau bulu, yang biayanya tidak murah. Sebagai saran, pertimbangkan membeli pasangan yang sudah terbukti bertelur.

Penjodohan. Jangan langsung menyatukan dua burung baru. Letakkan dua kandang berdampingan lebih dulu. Tanda cocok antara lain keduanya tidur berdekatan. Setelah itu barulah disatukan, dan jangan dipaksa karena burung bisa stres.


Pakan dan Perawatan Harian

Pakan utama lovebird berupa milet, biji sawi, jagung muda, kangkung, tauge, biji bunga matahari, dan benih kenari. Sebuah studi di Universitas Lampung pada lovebird Agapornis fischeri memberi pakan dua kali sehari, pagi dan sore, berupa milet merah dan kuning, kangkung, jagung muda, sumber mineral, dan vitamin. Para penangkar juga biasa menambahkan tulang sotong sebagai sumber kalsium dan telur puyuh rebus seminggu sekali. Pastikan air minum bersih, bersihkan sisa pakan, dan jaga ventilasi serta kebersihan kandang. Pemberitaan Maret 2026 juga menyebut sinar matahari pagi yang rutin membantu burung tetap sehat. Selama masa pengeraman, pastikan stok pakan cukup.


Dari Telur sampai Anakan Siap Jual

Menurut panduan para penangkar, telur pertama biasanya muncul sekitar dua minggu setelah pasangan diberi glodok, lalu bertambah setiap satu sampai dua hari hingga 3–8 butir, umumnya 4–6. Pengeraman berlangsung sekitar 21–25 hari. Jangan terlalu sering membuka glodok karena burung bisa stres. Indukan baru sering gagal menetaskan semua telur pada percobaan pertama, dan telur yang belum menetas setelah sekitar 25 hari biasanya tidak akan menetas.

Anakan tidak menetas serentak, jadi yang paling kecil rentan terinjak atau tidak tersuapi. Setelah menetas, ada dua jalur:

  • Diloloh induk. Anakan tetap di glodok sekitar 50–60 hari, lalu mulai keluar dan belajar memecah milet sendiri. Jalur ini lebih sederhana dan cocok untuk pemula, tetapi siklus bertelur berikutnya lebih lambat.

  • Diloloh sendiri (hand feeding). Anakan diambil pada usia sekitar 10–15 hari (pemula disarankan minimal dua minggu), ditaruh di kotak hangat berlampu 5 watt pada suhu sekitar 30–35°C yang diturunkan bertahap, dan disuapi bubur hangat dengan spuit beberapa kali sehari. Seorang penangkar menyebut anakan jadi lebih jinak dan induk bertelur lagi sekitar dua minggu kemudian, hingga 6–7 kali setahun. Risikonya, anakan bisa mati bila suhu atau cara menyuapi keliru.

Anakan umumnya siap dijual setelah bisa makan sendiri, sekitar dua bulan. Memaksa pasangan bertelur terlalu sering justru melemahkan jantan dan menurunkan pembuahan, jadi beri jeda.


Menghitung Biaya dan Hasil

Angka modal di beberapa sumber sangat beragam, jadi anggap tabel berikut hanya sebagai pembanding.

Skala Modal awal Pakan dan vitamin per bulan Rata-rata per pasang per bulan*
1 pasang Rp750 ribu–Rp1,4 juta tidak disebut tidak dihitung
4 pasang sekitar Rp5,5 juta sekitar Rp350 ribu sekitar Rp88 ribu
5 pasang sekitar Rp9 juta sekitar Rp500 ribu sekitar Rp100 ribu
10 pasang sekitar Rp7,7 juta sekitar Rp400 ribu sekitar Rp40 ribu

*Hitungan redaksi dari angka di situs bisnis dan blog penangkar, sebagian tanpa tanggal. Selisih modal antar skala terutama berasal dari harga indukan, yang di sumber-sumber ini berkisar sekitar Rp500 ribu–Rp1,5 juta per pasang.

Karena angkanya berbeda-beda, lebih aman menghitung sendiri dengan rumus sederhana:

Pendapatan per pasang per tahun = jumlah bertelur × anakan yang berhasil dibesarkan × harga jual

Tabel berikut mengilustrasikan dua skenario (hitungan redaksi, bukan data lapangan):

Komponen Skenario rendah Skenario tinggi
Jumlah bertelur per tahun 3 kali 5 kali
Anakan yang berhasil dibesarkan per kali 2 ekor 4 ekor
Harga jual per ekor Rp100 ribu Rp200 ribu
Pendapatan per pasang per tahun Rp600 ribu Rp4 juta
Pakan dan vitamin per pasang per tahun Rp0,5–1,2 juta Rp0,5–1,2 juta
Selisih (belum termasuk kandang, tenaga, dan kematian anakan) −Rp0,6 juta sampai +Rp0,1 juta +Rp2,8 juta sampai +Rp3,5 juta

Pada skenario rendah, hasil penjualan bisa tidak menutup biaya pakan. Itu sebabnya produktivitas dan kualitas anakan menentukan untung-rugi, bukan sekadar jumlah pasangan.


Kesehatan Burung dan Kesehatanmu

Lovebird termasuk burung paruh bengkok, kelompok yang rentan terhadap PBFD, penyakit virus yang membuat paruh dan bulu tumbuh tidak normal. PBFD tidak menular ke manusia, tetapi menular antar-burung lewat kotoran, debu bulu, dan saling suap, dan burung berbulu normal pun bisa saja sudah terinfeksi. Karena itu, pisahkan burung baru lebih dulu dan beli dari penangkar yang transparan.

Psittacosis (klamidiosis) adalah penyakit zoonosis yang bisa menular dari burung paruh bengkok ke manusia lewat debu kotoran kering dan bulu. Penelitian IPB (2025) menemukan 1 dari 72 sampel burung paruh bengkok di Taman Mini Indonesia Indah positif, dengan strain yang sangat virulen. Pakai masker saat membersihkan kandang, cuci tangan, dan periksa ke dokter bila batuk atau demam setelah kontak dengan burung sakit, sambil menyebut riwayat itu. Untuk pengobatan burung, konsultasikan ke dokter hewan.


Menjajaki Ekspor: Dokumen dan Tantangannya

Kalau kamu ingin mengekspor burung hias, Kementerian Perdagangan merinci syaratnya:

  • Legalitas eksportir: NIB, izin usaha perdagangan yang berlaku, dan Persetujuan Ekspor untuk hewan hidup.

  • Legalitas burung: SATS-LN (surat angkut satwa liar ke luar negeri) bila termasuk satwa liar, izin ekspor CITES bila spesiesnya diatur, dan surat penangkaran atau budidaya yang sah.

  • Karantina dan kesehatan: permohonan sertifikasi lewat PTK Online, SSM QC, atau langsung ke kantor Karantina, dengan dokumen seperti Sertifikat Veteriner (SV) dan SATS-LN bila dipersyaratkan. Petugas memeriksa burung dan, bila perlu, mengambil sampel untuk uji laboratorium sesuai syarat negara tujuan. Sertifikat kesehatan ekspor diterbitkan setelah pembayaran PNBP.

  • Pengiriman: PEB, AWB, packing list dan invoice, serta surat keterangan asal (COO) bila diminta negara tujuan.

Status CITES lovebird tergantung jenisnya, jadi periksa nama ilmiah burungmu. Menurut daftar resmi CITES, paruh bengkok pada umumnya masuk Appendix II, kecuali lovebird peach-faced (Agapornis roseicollis), budgerigar, cockatiel, dan Psittacula krameri yang tidak termasuk dalam Appendices. Artinya, jenis seperti A. fischeri dan A. personatus tercatat di Appendix II dan memerlukan izin ekspor CITES, sedangkan A. roseicollis tidak. Daftar bisa berubah, jadi konfirmasi lagi ke otoritas CITES Indonesia sebelum mengirim.

Lovebird ramah untuk pemula, selama kamu mencatat produksi dan menghitung biaya dengan angkamu sendiri. Mulailah kecil, lalu naikkan skala setelah produksimu konsisten.

Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!

Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!

Daftar Referensi: 

  • Kementerian Perdagangan RI, akun resmi X @Kemendag, 4 Mei 2026, infografis syarat ekspor burung hias. https://x.com/Kemendag/status/2051197086889398560
  • Badan Karantina Indonesia, "Prosedur Ekspor Karantina Hewan" (permohonan, dokumen SV/SATS-LN, sertifikat kesehatan ekspor, PNBP). https://karantinaindonesia.go.id/nusa-tenggara-timur/prosedur-ekspor-karantina-hewan
  • CITES, daftar Appendices: Agapornis fischeri (Appendix II) dan Agapornis personatus (Appendix II), dengan pengecualian A. roseicollis. https://cites.org/eng/taxonomy/term/2926 dan https://cites.org/eng/taxonomy/term/2929
  • IPB University (repositori), 2025, "Studi kasus Psittacosis pada burung paruh bengkok di Taman Burung, TMII". https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169887
  • Universitas Lampung, Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 3(4): 228–233 (2015), studi karakteristik dan perilaku Agapornis fischeri varian hijau standar (pakan dan jadwal pemberian). https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JIPT/article/download/1103/1008
  • Lovebird Mania, "Cara Mudah Panen Lovebird 1 Bulan Sekali" (kandang koloni, penjodohan, DNA sexing). https://lovebirdoke.blogspot.com/2017/09/cara-mudah-panen-lovebird-1-bulan-sekali.html
  • Klaten Lovebird Farm, "Mengurangi Resiko Kematian Saat Meloloh Anakan Lovebird". http://klatenlovebirdfarm.blogspot.com/2015/11/mengurangi-resiko-kematian-saat-meloloh.html
  • PamanKicau, "Umur Anakan Lovebird Siap Panen dari Glodok" (50–60 hari) dan "7 Cara Ternak Lovebird untuk Pemula Modal Kecil" (modal, pakan tambahan). https://www.pamankicau.com/umur-anakan-lovebird-siap-panen-dari/ dan https://www.pamankicau.com/cara-ternak-lovebird-modal-kecil/
  • BisnisUKM, "Mengulik Bisnis Rumahan Untung Besar Dari Hobi Ternak Lovebird". https://bisnisukm.com/bisnis-rumahan-untung-besar-dari-hobi-ternak-lovebird.html
  • Kompasiana (dokter hewan), "Penyakit Pada Burung Kesayangan yang Wajib Kamu Waspadai" (PBFD). https://www.kompasiana.com/dokterhewan/6403f3374addee1466538632/penyakit-pada-burung-kesayangan-yang-wajib-kamu-waspadai
•