Sumber foto: unsplash.com
Sahabat Wirausaha, Turki kini jadi salah satu pasar yang layak dilirik pelaku UMKM beauty dan wellness Indonesia. Sepanjang Januari-Mei 2026, nilai ekspor Indonesia ke Turki tercatat USD 894,4 juta dengan Indonesia mencatat surplus dagang USD 525,7 juta—dan produk kecantikan Indonesia sendiri baru saja membukukan potensi transaksi Rp106 miliar dalam satu pameran di Istanbul.
Selama ini Turki mungkin belum jadi tujuan ekspor pertama yang terpikir oleh UMKM Indonesia. Posisinya di jajaran mitra dagang RI memang belum sebesar Tiongkok atau Amerika Serikat—Turki "hanya" berada di kisaran tujuan ekspor ke-23 bagi Indonesia. Tapi justru karena belum banyak yang melirik secara serius, ruang untuk produk niche seperti kosmetik dan perawatan tubuh berbahan alami masih relatif terbuka, apalagi Turki punya posisi strategis sebagai jembatan dagang antara Asia dan Eropa.
Baca Juga: Peluang Ekspor UMKM ke Jepang: Data Pasar, Sertifikasi, dan Kunci Sukses
Data Dagang Indonesia-Turki: Konteks Singkat
Sepanjang Januari-Mei 2026, total perdagangan Indonesia-Turki tercatat USD 1,26 miliar, dengan Indonesia mencatat surplus USD 525,7 juta.
| Indikator | Nilai (Jan-Mei 2026) |
| Total perdagangan | USD 1,26 miliar |
| Ekspor Indonesia ke Turki | USD 894,4 juta |
| Impor dari Turki | USD 368,7 juta |
| Surplus Indonesia | USD 525,7 juta |
Sebagian besar nilai ekspor itu masih disumbang komoditas industri berskala besar seperti besi-baja dan mesin. Justru karena itu, kategori beauty dan wellness—yang belum banyak diperebutkan pemain raksasa—jadi celah yang lebih realistis buat UMKM untuk mulai masuk.
Kenapa Beauty dan Wellness Indonesia Punya Peluang di Turki
Sumber foto: magnific.com
Ada beberapa alasan konkret kenapa produk kecantikan Indonesia dinilai punya prospek di pasar Turki:
- Tren produk halal dan berbahan alami terus meningkat di kalangan konsumen Turki, sejalan dengan meningkatnya perhatian pada gaya hidup sehat.
- Konsumen makin mengutamakan kualitas dan keamanan produk, bukan sekadar harga murah.
- Industri kecantikan Turki terus bertumbuh seiring naiknya daya beli dan permintaan domestik.
- Pameran internasional seperti Beauty Istanbul membuka jalur langsung bagi pelaku usaha Indonesia untuk bertemu buyer dan distributor Turki.
Kategori produk yang dinilai punya prospek paling besar antara lain skincare berbahan alami, serum dan moisturizer, hair care, parfum, body care, sabun herbal, kosmetik halal, hingga produk berbahan baku tropis khas Indonesia seperti minyak kelapa, VCO, atau ekstrak rempah—bahan yang relatif sulit ditiru kompetitor dari kawasan lain.
Baca Juga: Ekspor Tapioka Indonesia ke China, Jepang, dan Eropa: Peluang serta Tantangan Pasarnya
Bagaimana Karakter Belanja Konsumen Turki?
Sebelum menyusun strategi masuk, ada baiknya UMKM memahami dulu bagaimana konsumen Turki berbelanja produk kecantikan sehari-hari. Beberapa polanya:
-
Kanal belanja offline masih dominan, tapi bukan satu-satunya. Hypermarket, supermarket, dan toko khusus kecantikan seperti Watsons, Gratis, dan Rossmann jadi tempat belanja utama. Apotek juga jadi kanal penting, khususnya untuk produk skincare yang punya klaim keamanan atau manfaat spesifik. Di sisi lain, belanja lewat marketplace dan mobile commerce tumbuh cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.
-
Konsumen Turki terbuka pada tren kecantikan dari luar negeri. Tren global seperti rutinitas skincare ala Korea Selatan (K-beauty) cukup diminati di Turki, banyak didorong oleh konten media sosial. Ini sinyal baik: produk dari negara lain yang punya cerita dan konten menarik punya peluang diterima, bukan cuma merek lokal Turki yang bisa bersaing.
-
Preferensi bergeser ke produk "bersih" dan berbahan alami. Selain tren halal yang sudah disebutkan, konsumen Turki juga makin memperhatikan komposisi produk—mencari formula yang minim bahan kimia keras dan ramah kulit.
-
Pasar skincare Turki secara konsumsi per kapita masih di bawah rata-rata global. Artinya, pasar ini belum sepenuhnya jenuh dan masih punya ruang tumbuh, berbeda dengan pasar yang sudah sangat matang seperti Korea Selatan atau Jepang.
-
Ada juga permintaan pada formula yang disesuaikan secara lokal, bukan sekadar produk global yang di-relabel. Ini artinya UMKM sebaiknya tidak asal ekspor produk versi domestik, tapi mempertimbangkan penyesuaian aroma, tekstur, atau kandungan sesuai preferensi konsumen Turki.
Bukti di Lapangan: Beauty Istanbul 2026
Potensi ini bukan sekadar proyeksi di atas kertas. Lewat partisipasi Indonesia di ajang 7th Beauty Istanbul 2026, pelaku usaha beauty dan wellness Tanah Air berhasil membukukan potensi transaksi sekitar Rp106 miliar. Paviliun Indonesia saat itu memfasilitasi enam perusahaan, mulai dari produsen pewangi rambut dan tubuh, bulu mata palsu, hingga lipstik dan serum wajah.
Yang menarik, sejumlah produk dari pameran ini berpeluang masuk ke jaringan ritel kecantikan besar di Turki seperti Watsons, Gratis, Rossmann, dan Migros, serta berbagai platform e-commerce lokal. Ini jadi sinyal bahwa produk Indonesia bukan cuma laku di ajang pameran, tapi punya jalur nyata menuju rak-rak toko di Turki.
Syarat yang Wajib Dipenuhi Sebelum Masuk Pasar Turki
Sahabat Wirausaha perlu tahu, pasar kosmetik Turki diatur cukup ketat dan sebagian besar aturannya mengikuti standar Uni Eropa. Sebelum produk bisa dijual di sana, ada beberapa hal yang wajib disiapkan:
-
Notifikasi produk lewat sistem ÜTS (Ürün Takip Sistemi/Product Tracking System) yang dikelola otoritas kesehatan Turki. Tanpa notifikasi ini, produk kosmetik tidak boleh beredar secara legal di pasar Turki.
-
Menunjuk Responsible Person di Turki, yaitu pihak lokal yang bertanggung jawab atas kepatuhan produk terhadap regulasi setempat dan menjadi penghubung dengan otoritas jika ada masalah.
-
Menyiapkan dokumen teknis, seperti Product Information File dan laporan keamanan produk (Cosmetic Product Safety Report) yang disusun oleh pihak yang punya kualifikasi sesuai standar Turki.
-
Label produk wajib berbahasa Turki, dan klaim pada kemasan tidak boleh terkesan seperti klaim obat atau pengobatan medis.
-
Memahami peta persaingan dengan merek lokal maupun global yang sudah lebih dulu mapan di rak-rak toko Turki.
-
Menjalin kemitraan dengan distributor yang tepat, karena pasar Turki sangat mengandalkan jaringan distribusi offline di samping e-commerce.
-
Menyesuaikan formula dan kemasan dengan preferensi konsumen setempat, termasuk soal aroma, tekstur, dan desain kemasan.
Poin-poin ini terdengar teknis, tapi justru di sinilah UMKM sering gagal bukan karena produknya tidak bagus, melainkan karena syarat administratifnya belum lengkap saat pengiriman pertama dilakukan.
Langkah Praktis untuk UMKM yang Ingin Mulai
Beberapa jalur yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk mulai menjajaki pasar Turki:
- Platform InaExport dari Kementerian Perdagangan, layanan satu pintu yang menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan buyer luar negeri, termasuk Turki.
- Partisipasi di pameran seperti Beauty Istanbul atau IndoBeauty Expo, yang secara rutin memfasilitasi UMKM beauty dan wellness untuk business matching langsung dengan buyer.
- Fasilitasi KJRI Istanbul, yang bisa membantu riset pasar awal dan menghubungkan UMKM dengan distributor atau importir potensial di Turki.
- Konsultasi regulasi kosmetik dengan konsultan registrasi produk yang berpengalaman menangani notifikasi ÜTS, agar dokumen teknis disiapkan dengan benar sejak awal.
Turki memang bukan pasar yang bisa ditembus dengan modal produk bagus saja. Tapi dengan kelengkapan dokumen regulasi, kemasan yang sesuai preferensi lokal, dan strategi masuk lewat kategori beauty-wellness yang sedang tumbuh, UMKM Indonesia punya peluang nyata untuk ikut mengisi rak-rak toko kecantikan di Istanbul dan kota-kota besar Turki lainnya.
Jika artikel ini bermanfaat, mohon berkenan bantu kami sebarkan pengetahuan dengan membagikan tautan artikelnya, ya!
Follow Instagram @ukmindonesiaid biar nggak ketinggalan informasi atau program penting seputar UMKM. Bagi Sahabat Wirausaha yang ingin bergabung dengan Komunitas UMKM di bawah naungan kami di UKMIndonesia.id - yuk gabung dan daftar jadi anggota komunitas melalui ukmindonesia.id/registrasi. Berkomunitas bisa bantu kita lebih siap untuk naik kelas!
Daftar Referensi:
- Kementerian Perdagangan RI — data ringkasan perdagangan Indonesia-Turki Januari-Mei 2026 dan panduan memasuki pasar Turki.
- Kementerian Perdagangan RI — status perundingan IT-PTA dan IT-CEPA.
- Kontan.co.id — pemberitaan potensi transaksi Rp106 miliar produk beauty Indonesia di Beauty Istanbul 2026.
- Ceway.eu & sumber regulasi kosmetik internasional — ringkasan persyaratan notifikasi ÜTS dan Cosmetic Products Regulation Turki.
- Euromonitor International & GlobalData — analisis kanal distribusi dan tren belanja skincare/kosmetik konsumen Turki.









